Jualan Hybrid Makin Asyik, Suzuki Untung 36% Kategori Mobil Penumpang

   

Otosight, Jakarta – Ditutup penjualan retail total sebanyak 82.244 unit pada 2023, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akui jualan mobil hybrid makin asyik. Dimana penjualannya tembus 36% atau sebanyak 13.557 unit dari kategori passenger car domestik sebesar 37.853 unit. Secara model SUV dan LMPV porsi terbesar diperoleh Suzuki XL7 (47%), diikuti Suzuki Ertiga (43%) dan All New Grand Vitara (10%).

Jika menyimak grafik pertumbuhan positif penjualan linear month-on-month, mobil hybrid terbukti makin disukai konsumen. Pencapaian tertinggi bahkan didapat dua bulan terakhir pada Nopember dan Desember, kontribusinya naik drastis 49% semenjak Januari 2023. Padahal periode 2022 dan 2023 kontribusinya hanya 10%, dan itu pun hanya dihuni satu model hybrid Suzuki Ertiga.

“Mobil hybrid diterima konsumen karena kemudahannya, user ability dari Sabang sampai Merauke. Buat kami, makin kesini jualan mobil hybrid makin asyik. Kami percaya mobil hybrid merupakan sustainable growth menuju net zero emission. Dalam menyongsong era elektrifikasi, kami tidak ingin membuat mobil yang langsung meledak tapi cepat hilang juga. Karena infrasturktur industri mobil hybrid banyak keuntungannya, bukan industri main-main yang melibatkan banyak sektor,” jelas Harold Donnel, Marketing Director SIS dalam acara media gahtering, Selasa (24/1/2024) malam.

Ditambahkan harold, teknologi hybrid Suzuki akan banyak menyasar berbagai segmen dan konsumen berhak menikmatinya. SIS bahkan akan terus melakukan ekspansi dengan strategi bisnis dan ceruk pasar domestik yang kini didominasi model SUV sebesar 26%. Bercermin pada varian SUV Suzuki sendiri terbukti raihannya sebesar 58%. Sementara varian LMPV 25%, diikuti minibus 9% dan hatchback 7%.

Sektor lini bisnis kendaraan roda dua, SIS optimis skuter matik jadi preferensi penjualan terbesar 61% ketimbang motor manual 39%. SIS juga berkomitmen skuter matik Suzuki dengan kapasitas mesin 150 cc atau di bawahnya ramah lingkungan dengan kepastian improvement sasis yang kokoh.

 

Strategi Suzuki Reduksi Karbon

Suzuki semakin konsisten dalam menyediakan produk rendah emisi dan ramah lingkungan, serta proses produksi yang memperhatikan aspek pelestarian alam dan komitmen untuk mencapai target reduksi karbon dalam jumlah yang lebih besar pada tahun 2060 mendatang. Selain teknologi hybrid dan desain mesin yang rendah emisi, Suzuki Indonesia telah fokus membangun sistem produksi pabrik yang ramah lingkungan terhitung sejak tahun 2020 lalu.

Joshi Prasetya, Dept. Head of Strategic Planning PT SIS, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini memang berfokus pada target reduksi karbon. “Hal ini tentu sejalan dengan visi Suzuki Global dan pemerintah Indonesia yang juga menargetkan reduksi emisi hingga 41% di tahun 2030, serta Net Zero Emission.

Beberapa langkah terintegrasi yang kami kerjakan dalam perjalanan ini dapat dilihat lewat produksi kendaraan yang ramah lingkungan dan rendah emisi, kegiatan CSR dan Peduli Pendidikan yang menjangkau dan mengedukasi banyak siswa daerah di Indonesia, maupun implementasi reduksi karbon di seluruh pabrik Suzuki,” terang Joshi.

Pada tahapan awal, Suzuki Indonesia menjalankan Suzuki Green Procurement Guideline, yaitu panduan peraturan dan kesepakatan atas pengujian dan pengawasan bahwa seluruh vendor yang menyuplai bahan produksi kepada pabrik Suzuki telah memiliki landasan hukum akan komitmen penjagaan lingkungan dan bebas dari 30 bahan kimia berbahaya yang sudah disahkan secara global.

Hingga 2023, Suzuki Green Procurement Guideline telah mengawasi 464 vendor aktif agar konsumen yakin seluruh produk Suzuki Indonesia aman digunakan dan berstandar global. Selain itu, Suzuki Indonesia juga menargetkan setiap vendor untuk dapat mengurangi 5% emisi di keseluruhan proses produksinya setiap tahun, dimulai dari tahun 2024. Ini merupakan langkah konkret yang dilakukan Suzuki Indonesia untuk menuju upaya reduksi karbon di tahun 2060.

Sejak tahun 2020 hingga 2023 lalu, Suzuki Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi penggunaan energi pada setiap proses produksi melalui metode Kaizen. Dalam tiga tahun terakhir, Suzuki Indonesia berhasil mencatatkan lebih dari 9,000 ton sampah yang disalurkan untuk didaur ulang, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan